Senin, 05 Mei 2014

Kantuk Ku

Kantuk ku ?

lelah yang menghujam bagai puing-puing reruntuhan altar candi. menjadi diri sendiri dalam peradaban yang serba mengalir ini sungguh mengerikan.
menjadi minor dalam kehausan kelompok aku menjadi hilang ( perlahan ).






kantukku jadi hilang selepas pagi. namun masih ada yang berdiri dalam benak. masih mengakar jelas mengenai masa depan. ketika kemarin menjadi masa lalu. para tetangga telah bebenah, ibu  sudah pergi mengajar kelas tentang raga  dan ayahku ?

Kantukku jadi habis ketika selepas pagi, semua telah pergi dan aku masih sendiri disini. menghantar mimpi semalam menjadi tulang dimana dagingnya telah kumakan semalam. dimana harus kukuburkan lagi tulang ini ?

kantukku jadi tiada. ketika pagi menjadi malam yang ragu. malam yang masih kuning, dimana masih sayup-sayup adzan melantun. aku masih dirumah. dan mereka yang pergi setelah pagi datang masih belum kembali.


waktu terlalu cepat untuk ku hantar. dan kesia-siaan menjadi lepas dalam diri.

tak sadar aku menua.
mati dalam hilang. tak ada yang tahu namaku..

Minggu, 04 Mei 2014

Ayala kau dan Bulan

kau dan bulan sama pada akhirnya,
senyum dan tawa mekar dalam kata rindu dan selangsa kata cinta,

Kamis, 01 Mei 2014

ayala untukmu AKU

aku adalah pagi, pengawal hari,penyeduh embun,pengakhir mimpi,



( ayala,untukmu aku menjadi aku, tak lebih dari pagi dan suar penyampai jalan diawal mu menjejak dunia )

Ayala, hari ini awal sebuah bulan bukan ?

ayala, padamu pagi ini indah,embun bersolek ria menunggu kau lewat dan jatuh merata dibaris bibir indahmu,dingin jatuh dan aku kembali luluh,

serta merta terik terhalang uap yang sedari tadi menjadi awan,
ayala dibalik hari yang sendu ini,,
kau masih begitu sempurna,,

( ayala, malam ini kuseduh lagi ingatanku dalam benak menilik hari yang kita nikmati bersama, rona matamu masih mebias, dan bau tubuhmu masih melekat )

Rabu, 30 April 2014

ayala, kau dan malam ini

ayala, merindumu adalah keharusan.malam terlanjur jatuh dalam bayang,
dan menemui mu selepas senja adalah indah.
mengikat pertemuan dalam genggaman tangan,
ada hangat yang terbawa olehnya dan terbuai dalam hening malam,
ayala aku cintai mu tak berkala,
selepas ini kerinduan adalah hal yang jatuh dalam lamun perjalanan menuju rumah,,,

Selasa, 29 April 2014

setelah hari ( yang kau khawatirkan )

Akhirnya Malam tiba lagi dipelataran hari ini, terhantar lelah merajang dan hilir sepoi angin dari sebuah mekanisme yang bergerak oleh adanya kekuatan zeus menjadikan lelah terlampau nyata. dan karangan hari jadi indah ketika aku menemuimu ayala, kau tampak lelah rambut mu terurai indah. bibirmu terlihat basah kulihat didekat meja ada sebuah kaleng minuman soda,

Ayala, aku tau kekhawatiranmu, perangkat yang ku bawa tak kuat menahan waktu. dan waktu yang terjatuh terhantar begitu lugu. aku masih setia untuk mu ayala, aku selalu mencintaimu,, kekhawatiran mu sungguh manis .. ^^

Senin, 28 April 2014

waktu yang berlalu hari ini

Tak terasa lembayung jatuh dihantar waktu, diam-diam langit redup menanti gelap dan matahari menjadi sayu. sore masih sama dan pelataran kampus sore itu sungguh temaram. titik-titik air hujan laksana embun adalah oasis untuk mata yang sudah lelah berwacana.

Kegiatan ini menyita waktu "memang" berorganisasi lebih mengerikan dari pada sebuah permainan game. disana ada banyak hal yang diwacanakan dan ingin direalisasikan. hari-hari jadi terasa cepat. esok ku nanti dari sekarang. memilih teman adalah hidangan. aku menyangkal jika ini membosankan.

berjalan melewati wadah waktu dan malam ini aku berguru pada ingatan. malam masih sama, mengingat semua kegiatan pagi dan menuliskannya sudah jadi kewajiban..

pagi ini, Ayala mengucapkan selamat pagi sangatlah berarti. menerka apa ayng kau lakukan sudah jadi sarapan yang menyenangkan. menghantar mu menilik hari terlebih lagi memandangmu dalam ranum pagi. merona dan mengelus hela nafas mu ahk,, ayala,,

menyisihkan waktu selalu jadi hal yang baik terlebih lagi untuk Tuhan-Ku, beberapa teman mengingatkan ku untuk selalu Berbicara dengan-Mu. dan aku mulai Menyukainya.

dan pertemuan itu berlangsung menjadi hijau kuning merah , hingga jingga datang. dan perpamitan menngundang kita melewati dunia yang lainnya.

malam jadi hilang ketika aku mengucapkan-nya dan hitam jadi gelap.
ketika aku tertidur sambil mengingat cerita pagi ku hingga malam....