Minggu, 01 Desember 2013

Arti Kata Rumah

lenting lonceng sepeda onteil mewarnai gang ini..
mungkin karena gang rumahku yang sempit..
lentingannya seperti membahana dalam kamarku yang kecil..
tiap pukul delapan ada tukang tahu yang menggunakan sepeda pancalnya berjalan melewati rumahku..
sebuah rumah kecil yang dibilang cukup feminim ..
ada beberapa pohon bambu yg cukup rimbun ..
dan beberapa anggrek yang enggan merekah...
mawar saja cuma sesekali mekar...
jadi kebun itu hanya hijau belaka...
pekarangan yang tak luas...
tapi merindukannya adalah hal yang sungguh leluasa..


getaran yang aneh jika ini rumahku, aku harus merindukannya..
seharusnya rumah itu adalah tempat kita menghabiskan waktu..
nyatanya aku harus merebahkan semua waktu pada kota yang jauh..

bahkan aku harus mengakhiri beberapa kisahku berhenti disini..
karena aku hanya akan membebani seseorang jika harus berhubungan dengan berbeda lokasi..

diteras juga ada sebuah akuarium..
ayah memberinya latar belakang karang seperti dilaut,,
tapi semua itu hanya gambar..
ikan yang menari didalamnya pun semua tawar..
dia berenang seperti tak memiliki harapan..
bergerumul dengan umpan-umpan yang kuberi,,
ada yang berwarna merah,hitam dan jingga,,
mereka kecil-kecil bentuknya dan ayah tak lupa memberi mesin gelembung ..
yang memberikan sebuah ballon udara dari dasar akuarium..
ikan juga membutuhkan oksigen seperti kita..
aku iri pada ikan.. mereka tetap dirumahnya disini..
aku tak tahu apakah mereka menyebutnya rumah..
tapi disinilah mereka tinggal sekarang..


"rumah"

hingga kini aku masih sukar mengadaptasi kata itu..
aku memiliki beberapa tempat tinggal ..
karena beberapa sebab aku harus seperti itu..
menyebutnya "rumah" tapi aku tak pernah abadi tinggal disana..
mungkin akan lebih tepat rumahku adalah bumi..
karena aku disini dibumi ini..
sejauh apapun kumerenda kisah..
ya.. aku masih dibumi ...

jika kata rumah itu aku persempit aku selalu bingung dimana kata rumah aku semayamkan ??


jakarta, 2 november 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar