Selasa, 24 Desember 2013

Malam dan permintaan maaf

Ketukan pintu itu membuatku terpaku. Ada perasaan yang benar-benar egois saat itu untuk tetap diam dan membiarkannya diluar. Dia masih saja diluar mengatakan kata maaf berulang kali. Aku melihat bayanganya dari jendela. kedua tangannya bersikukuh merangkul tangannya satu sama lain. Dia mungkin kedinginan karena hujan memang kejam terlebih angin yang dibawanya. Aku tak bisa membiarkannya kedinginan namun ada perasaan lain yang tak bisa ku ucapkan. Aku masih belum ingin menemuinya saat ini. Dia terlalu mengecewakan sebagai seorang pria. Terlebih dia masih belum bisa meyakinkan kepada orang tua-nya untuk menerimaku apa adanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar