Minggu, 15 Desember 2013

Teruntuk hadiah Natal ku

Alesana,

Dalam karya-karyanya, absurd seperti element penting, memampangkan kegelisahan, menyiarkan kegilaan, yang aku benci ketika mereka bicara tentang cinta yang indah Dan mereka memboikotnya juga dengan nyata.

Lalu hal-hal seperti pembunuhan, bunuh diri, mitologi, menjadi sebuah bumbu manis, dimana melodi Dan teriakan membuat imajinasi ku melayang, orang-orang berfikir ini Gila? Hahaha Dimana berteriak satu sama lain menjadi kepuasan, apa lagi meneriakan tentang kematian..

Dear Fatima rusalka,

Bangkitlah dalam Lumpur,
Gunakan mutiara indah,
Bawa dua matamu dalam dua sisi dunia yang berbeda,
Natal ini kau adalah bingkisan kecil dari seorang Santa,
Ingat gunakan sebuah mantel merah muda,
Dan terus berarak lah, hingga kau menyeret seorang dari kami, menuju kediaman mu yang sebenarnya,

( kegelapan datang menghantar)
Nafas ku sesak lembah ini gelap , Dan bau para semak belukar menusuk,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar