Minggu, 01 Desember 2013

Saya ingin berciuman dengan lelaki

Bukan karena ada penyimpangan hanya saja, ada hal-hal yang entah kenapa aku rasakan sedikit berbeda terlebih setelah perpisahan denganmu Layla.

Siang ini matahari jalang dia merabai aku dari benak hingga raga. dan sangkar burung didepan rumahku tak berpenghuni lagi. aku rasa burung-burung itu layak pergi. pohon itu seminggu ini kian memipihkan daun-daunnya hingga angin tak berhembus lagi dedaunan itu terus menguning dan jatuh segelimang begitu saja. halaman rumahku sudah lama tak kubersihkan. Dia Layla sudah lama pergi meninggalkan aku dan semenjak ia pergi rumah kecil ini semakin sunyi dan tak terurus lagi.

Aku mengerti bagaimana perasaan-nya. Setelah sekian lama kami bercinta tak satupun benih yang kutanam membuahkan raga yang lainnya. disini aku adalah pria yang patut disalahkan. dia Layla wanita dengan Poni dan rambut sepipi. Dia Layla wanita dengan sabar menemaniku hingga ia merasa sudah tak tahan lagi. gunjingan keluarga dan tetangga membuatnya meninggalkan ku sendiri disini.

Sudah setahun aku masih mengunci diri, hingga halaman pun tak pernah terurus lagi dua musim penghujan dan sebuah musim kemarau panjang pada tahun ini tak mengembalikan barang seekor kutilang mengisi sangkarnya disini. begitu pun aku, aku masih berdiam menunduk dunia jadi semakin sempit. Aku masih terus mengenangmu Layla. dari tiap-tiap keringat yang kau teteskan, dari desahan-desahan yang kau berikan, hingga cengkraman-cengkraman yang membuat linang kita jauh memipih dalam kelambu dan tilam-tilam relung nafsu dan harapan.

dia Randi, dia anak kuliahan entah kenapa dia cantik dia putih rambut berponi dan sepipi. dia datang menanyakan tentang rumah dan sebuah kamar. dan hari itu aku berfikir tentang ini dia mengingatkanku padamu Layla.


medan, 9 june 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar